Categories
Uncategorized

Benih Kambing Yang Baik Di Indonesia

Cara Memilih Benih Kambing Baik

Pemilihan benih kambing yang bagus dan berkualitas memang semestinya dilakukan dengan bagus dan pas, sebab akan memberi dampak hasil kesuksesan dalam memulai usaha peternakan. Pemilihan benih ternak kambing semestinya disesuai dengan tujuan utama pemeliharaan dan bangsa kambing yang ada, umpamanya kambing peranakan etawa, dan kambing pedaging. Pentingnya untuk mengenal ciri – ciri dan petunjuk – petunjuk kambing yang bagus dan berkualitas bagi peternak ini semestinya dilakukan dengan beberapa informasi aktual ataupun lainnya.

Secara lazimnya, memilih ternak kambing yang bagus dan berkualitas bisa dilakukan dengan dua metode yaitu menurut keturunan kambing, dan secara visual atau perabaan fisikologi ternak kambing.

Pemilihan kambing secara keturunan ( silsilah )

Pemilihan secara keturunan lazimnya di lihat menurut catatan recordingnya pada prestasi tetua dari individu. Lazimnya recoding hal yang demikian, seperti pencatatan hasil produksi yang diwujudkan, reproduksi, usia, angka kelahiran, dan garis keturunan yang dari indukan yang berkualitas. selain itu, pemilihan ini juga bisa dilakukan dengan pengecekan bakal benih menurut data rill atau komplit dari ternak kambing yang telah dilakukan recording ( pencatatan ) hal yang demikian. Yang ini bertujuan untuk mengenal garis keturunan ternak kambing yang berkualitas atau tidak.

Pemilihan kambing secara visual ( perabaan )

Pemilihan kambing secara visual ini lebih cendrung akan terlihat dengan jelas menurut sifat – sifat dari ternak kambing yang terlihat. Lazimnya sifat – sifat yang terlihat dalam pemilihan ternak kambing yang berkualitas dan bagus bisa dilhat dari hasil produksi, kesehatan, kecakapan untuk mereproduksi, ada tidanya ketidaknormalan ternak, kaki lurus dan tegak lincah dan tidak pernah terserang penyakit yang membahayakan. Pertumbuhan normal, kondisi tubuh tidak terlalu gemuk dan kurus.

Berikut ciri – ciri dari visual yang semestinya di amati dan di pertimbangkan dalam melakukan pemilihan bakal benih ternak kambing :
Dewasa kelamin ( usia pubertas )
Muatan kelahiran
Muatan menyapihan
Muatan badan dewasa
Kesuburan dan jumlah si kecil sapih
Wujud tubuh
Tak tidak normal ( cacat )
Sifat keindukan

Ciri dan petunjuk ternak kambing betina yang bagus untuk bakalan benih

Wujud tubuh kompak atau padat, dada melebar, mempunyai garis punggung dan bulu bersih dan mengkilat.
Wujud kaki lurus, normal, kuat dan tumit cukup tinggi.
Badan sehat dan tidak tidak normal ( cacat ).
Wujud ambing normal dan simetris, tidak terlalu mengantung dan jumlah puting dua buah. Kalau dilakukan perabaan akan halus dan kenyal dan tidak ada infeksi atau pembengkakan.
Kesuburan ternak bagus, keturunan lebih lebih dari dua dan alat kelamin normal.
Kondisi gigi komplit komponen rahang bawah dan atas.
Sifat keindukan bagus dalam mengasuh si kecilnya, dan penampilan lebih jinak.
Umur yang siap untuk di kawinkan pertama kali lebih kurang 10 – 12 bulan, walapun pada usia 8 bulan telah menunjukan gejala berahi yang cukup tinggi
Induk bisa masih berproduksi hingga pada usia 5 – 6 tahun.

Ciri dan petunjuk ternak kambing jantan yang bagus untuk bakalan benih

Mempunyai wujud tubuh besar, panjang, dada melebar, komponen tubuh belakang lebih besar.
Mempunyai bulu halus dan mengkilat.
Badan tidak cacat dan sehat.
Wujud kaki normal, lurus, kuat dan tumit tinggi.
Kesuburan mempunyai spermatoza yang bagus tidak cair, alat kelamin normal dan bisa ereksi.
Penampilan gagah, aktif, besar dan mempunyai nafsu libido yang tinggi.
Umur untuk dikawinkan lazimnya berumur 1 ,5 – 3 tahun.

Categories
Uncategorized

Ragam Kambing Perah

Ragam-ragam Kambing Perah di Indonesia


Pelatihan Ternak Kambing | Kita kenali tentang kambing lagi yuk? Terkhusus kambing untuk diperah susunya, ada beberapa ragam kambing yang dapat di ambil susunya untuk di olah menjadi minuman/makanan, yaitu :

  1. Kambing Etawa
    Berasal dari kawasan Jamnapari India. Kambing ini paling popular di Asia Tenggara, termasuk ragam dwiguna yaitu penghasil susu dan penghasil daging. Ciri-cirinya postur tubuh besar, kuping panjang menggantung, wujud muka cembung, bulu komponen paha benar-benar lebat, BB jantan mencapai 90 kg, BB betina 60 kg. produksi susu mencapai 235 kg/ms laktasi. Di Indonesia untuk perbaikan mutu kambing local karenanya menciptakan kambing PE (Peranakan Etawa). Sentra terbesar kambing PE yaitu di Kaligesing Purworejo Jawa Tengah.
  2. Kambing Alpin
    Berasal dari Pegunungan Alpen Swiss, Eksistensi kambing ragam ini menebar ke seluruh daratan eropa. Ciri-ciri kambing Alpen kuping berukuran sedang dan megarah ke atas dengan warna bulu dominan putih, hitam, coklat. BB jantan mencapai 90 kg, BB betina 65 kg. Produksi susu 600 kg/ms laktasi
  3. Kambing Saanen
    Berasal dari jurang Saanen Swiss komponen barat. Merupakan ragam kambing terbesar di Swiss.Sulit berkembang di kawasan tropis sebab kepekaannya terhadap sang surya. Ciri-ciri kuping tegak dan mengarah ke depan, bulu dominant putih, kadang2 ditemui bercak hitam pada hidung, kuping atau ambing. Tak bertanduk dan termasuk ragam dwiguna. Produksi susu 740 kg/ms laktasi.
  4. Kambing Toggenburg
    Berasal dari Toggenburg Valley (kawasan timur laut Swiss). Ciri-ciri kuping tegak menghadap ke depan, hidung agak cembung, warna bulu merah tua/coklat dengan bercak putih. BB jantan 80 kg betina 60 kg. Yang paling kelihatan yaitu kehalusan bulunya. Produksi susu 600 kg/ms laktasi.
  5. Kambing Anglo Nubian
    Berasal dari Kawasan Nubia (Timur Laut Afrika). Ciri-ciri kuping menggantung dan ambing besar, warna bulu hitam, merah, coklat, putih atau kombinasi warna2 hal yang demikian. BB jantan 90 kg, betina 70 kg. Produksi susu 700 kg/ms laktasi.
  6. Kambing Beetal
    Berasal dari Punjab India, Rawalpindi dan Lahore (Pakistan). Diduga yaitu hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing local sebab cirri fisiknya benar-benar menyerupai Etawa. Produksi susu 190 kg/ms laktasi.

Catatan tambahan:
Kambing peranakan Ettawa jika diperah jumlah susu yang diwujudkan 400cc-800cc dan waktu laktasinya malahan tak panjang. Berbeda dengan ragam kambing Saanen yang memang yaitu ragam kambing perah, produksi susu dapat mencapai 2liter-4liter/harinya dan waktu laktasinya hampir sepanjang tahun. Ragam Kambing peranakan Ettawa yang bukan khusus untuk diperah sehingga jumlah susu yang diwujudkan tak sebanyak ragam kambing Saanen yang memang yaitu kambing perah absah.
Jika natural buah hati kambing menyusu pada induknya selama 2-3 bulan. Dengan penanganan biasa, induk kambing dapat menciptakan susu sekitar 0,25-0,50 liter/hari. Walaupun perawatannya lebih baik, mutu dan jumlah pakannya ditingkatkan, kesehatannya dilihat serta dikasih pakan penguat, karenanya seekor induk kambing PE dapat menciptakan susu sekitar 1,50-2,00 liter/hari. Jika lama produksinya dapat lebih panjang sampai 6-7 bulan.
Susu kambing biasanya dapat diperah dua kali dalam sehari, yaitu pukul 06.00 pagi dan sore pukul 16.00. Walaupun susunya melimpah atau lebih banyak dari yang biasanya, dapat diperah menjadi tiga kali sehari yaitu pukul 06.00 pagi, pukul 11.00 siang dan pukul 16.00 sore.
Masa laktasi kambing berlangsung 7-10 bulan. Antara 2-3 bulan sebelum kambing melahirkan lagi, pemerahan susu semestinya dihentikan. ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan agar kambing beranak lagi dalam keadaan badan yang sehat. Masa ini disebut masa pengeringan.